My Tweetie

https://twitter.com/OktaaZikriani

my facebook

http://www.facebook.com/okta.athena
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Pages

SUPER SENSITIF


Super sensitif adalah perasaan yang paling tidak mengenakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Biasanya hal ini dialami oleh manusia bernama wanita terutama pada masa pra menstruasi atau biasa kita sebut dengan PMS (Pra Menstruasi Syndrome). Tapi jangan salah, super sensitif bukan Cuma dialami oleh wanita, hampir semua orang bisa mengalaminya. Diantaranya adalah mereka- mereka yang sedang dalam kondisi atau performa terburuknya. Dimana hal itu mempengaruhi perasaan, pikiran dan bahkan kondisi fisiknya. Hal ini bukan jarang menjadi pemicu mengapa seseorang kadang menjadi sangat menyebalkan karena tidak bisa sedikit saja mengalami sindiran, salah paham, tersinggung, sesuatu yang keterlaluan, omelan dan sejenisnya.
Super sensitif agak sulit digambarkan secara jelas menggunakan teori terutama oleh saya orang awam (meskipun pernah belajar psikologi selama 2 semester, tapi ini tidak berdampak banyak pada kondisi psikologi maupun pengetahuan saya. Haha). Tapi sebenarnya gejala ini bisa dengan mudah dikenali oleh kita. Ibarat puntung rokok yang dibuang dalam kondisi menyala, lalu di percikan dengan sedikit bensin, maka apinya akan membesar, that is why banned to smoking at the SPBU. Sedikit saja tersenggol, orang yang sedang super sensitif akan merasa bahwa senggolan tersebut amat melukainya (Oh Damn, I know its feeling!). Mungkin orang yang sedang super sensitif secara kasat mata sedang tumbuh tanduk di kepalanya, muncul ekor dan membawa tongkat ala devil seperti di film kartun. By the way, aku sendiri seringkali merasa seperti ini. Baik sebagaimana seorang perempuan menghadapi menstruasi, ataupun sebagai seorang manusia yang sedang dalam kondisi buruk. Actually, I knew that is really annoying, tapi aku mah apa atuh, bingung menanganinya.
Super sensitif akan dialami oleh mereka yang sedang berada pada titik didih 100 derajat celcius. Akan muncul gejala seperti mencak- mencak gak jelas, tatapan mata yang sinis, tangan yang mengepal, alis yang mengkerut, muka yang menciut dan memerah, serta nafas yang terengah- engah (Haha. Kok kaya orang mau tinju). Tapi bisa jadi kaya gitu buat sebagian orang. Setahuku juga orang- orang yang bisa ngalamin super sensitif ini diantaranya mereka yang sudah mahasiswa tingkat akhir atau bahkan sudah masuk kategori veteran, ibu hamil, remaja puber, pengangguran, jomblo, dan orang yang lagi patah hati.  Oh My, Oh My. Aku pernah melewati masa suram itu (beberapa/red).
Aku pernah jadi mahasiswa tingkat akhir yang seringkali ditanya “udah lulus, Ta ?”, “skripsinya udah selesai?”, “gimana skripsi?”, “udah lulus belom kamu?”, “gimana bimbingannya tadi?”, “kapan wisuda?”. Rasanya ketika ngadepin pertanyaan itu yang ada di kepala adalah “PEDULI AMAT LO SAMA HIDUP GUAAAA!!! DASAR KEPO!!!”. Bagi anda yang sedang atau pernah mengalami hal ini, selamat, berarti anda akan naik kelas. Secara gak langsung, orang- orang itu lagi doain supaya kita cepet lulus. Aamiinkan aja ya.  Tapi tetep aja kalo ditanya kayak gitu pas momennya gak enak adalah suatu hal yang mengerikan. Rasanya pengen naro tulisan “WATCHOUT ! Mahasiswa Galak!”. Maunya tuh gak ditanya- Tanya. Padahal mungkin kalo posisi kita jadi itu orang yang nanya, kita juga akan nanya hal yang sama ke orang lain. Kita terebak dalam circle yang mengerikan. Sangat mengerikan.
Jomblo juga aku pernah, apalagi jomblonya Karena patah hati. Ini menyakitkan, Men! Melihat kemesraan pasangan lain yang berjalan dihadapan kita itu rasanya ingin dimuntahkan. Melihat mereka yang bergandengan rasanya ingin dilepaskan. Melihat mereka yang makan berduaan rasanya ingin makanan itu ditumpahkan. Ini sensitif yang agak akut. Padahal mereka gak ngapa-ngapain kita, tapi kita sampe segitunya. Pernah malah ada pasangan yang lumayan mesra duduk berdua, aku malah berdoa, semoga mereka putusan juga. Hahaha. Masyaa Allah jahatnya. Hiks. Hiks…
Sensitifitas yang juga berbahaya adalah yang satu ini, UNEMPLOYEE Alias PENGANGGURAN. Saat ini aku masih dalam posisi berbahaya ini. Sejak kelulusan, belum ada kerjaan yang nyangkut. Lamar sana sini udah, tes juga udah, tapi apa daya, jodoh kerjaannya belum datang juga. Sensitif kalo pulsa atau paket internet abis, sensitif kalo diajak jalan sama temen yang mayoritas udah punya pendapatan, sensitif kalo ditanya “kamu lagi apa?”, sensitif kalo ditanya “ sibuk apa?”, dan lain- lain yang sejenisnya. Malahan diajak pacar jalan aja bisa jadi sensitif sangat yang teramat. Bukan gak mau, tapi aku berusaha sadar diri, belom bisa sekali –kali gantian bayarin karena gak pegang rupiah sama sekali. Memalukan Men! Giliran ada uang, waktu yang gak luang. Giliran ada waktu luang, dompet yang tak ber-uang. Allah memang adil, sampe urusan yang satu ini, Allah bagi dengan sangat baik.

Aku sendiri belom ada saran buat super sensitif. Karena diri sendiri masih susah nanganinnya. Yang pasti, setelah air yang mendidih tadi udah mulai dingin, Insyaa Allah rasa sensitifnya akan berkurang sendiri. Apalagi kalo kita udah nemuin kondisi baik yang kita harapkan. Maaf yaa buat orang – orang yang seringkali jadi korban ke-sensitif-an. Semoga kalian maklum. Hehe. Tapi akan terus berusaha memperbaiki. Ganbate !! J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS