Tak selamanya orangtua berlaku benar. Kadang perangainya memicu kekesalan dan kebencian anak-anaknya. Bagaimanapun, anak belajar dari apa yg mereka lihat, dengar, dan rasakan. Jadi jangan heran ketika anak memiliki perilaku menyebalkan, berkacalah para orangtua, barangkali itu sifatmu. Jangan heran ketika anakmu melakukan hal yg sama denganmu, mereka menirumu. Tapi kadang, ada orangtua yg tak ingin disalahkan. Padahal tepatlah peribahasa BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA. Berkacalah !
Jika mereka tak ingin disalahkan, tak jarang ada yg berkata , "kalian kan berpendidikan, harusnta tidak mengikuti perangai buruk orangtua!". Tapi rasanya itu tetap tidak tepat. Bagaimanapun, sosialisasi primer itu terjadi ketika anak baru lahir ke dunia hingga ia kurang lebih berusia 8 tahun. Dalam proses itu kepribadian anak terbentuk, kepribadian yang terbentuk atas dasar melihat, mendengar, merasa dan meniru sekelilingnya, terutama keluarga. Jadi proses pendidikan yang ditempuhnya hingga jenjang tinggi sekalipun, tak berpengaruh banyak dalam membentuk pribadinya. Yang tetap dibawa hingga ajal menjemput adalah pribadi yang tertanam sejak ia lahir hingga usia 8 tahun itu.
Orangtua tak selamanya paham bagaimana mendidik dan menanamkan karakter pada anak. Secara sadar atau tidak, apapun yang mereka lakukan itulah cerminan anak mereka kelak.
Masyaa Allah, Rabbi habli minassholihiin ... karuniakanlah ku anak2 yg shaleh dan shalehan yaa Allah ...aamiin o:)
BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA
16.54 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar